Ben & Jerry's Picu Polemik Luncurkan Es Krim Milk and Honey Bertuliskan Israel
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peluncuran varian es krim terbaru Ben & Jerry's bertajuk Milk and Honey memicu kontroversi di media sosial. Langkah ini kembali membuka perdebatan panjang mengenai...
oleh RSS Aggregator
Ringkasan dari Republika↗
Peluncuran varian es krim terbaru Ben & Jerry's, Milk and Honey, memicu perdebatan sengit di media sosial. Kemasan produk tersebut menampilkan tulisan Israel, yang langsung menuai kritik dari berbagai kalangan. Langkah ini dianggap kontroversial karena membuka kembali perdebatan panjang mengenai hubungan merek es krim asal Amerika Serikat itu dengan isu politik di Timur Tengah.
Ben & Jerry's sebelumnya dikenal sebagai perusahaan yang vokal dalam isu hak asasi manusia dan lingkungan. Pada 2021, merek tersebut mengumumkan penghentian penjualan produknya di wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Keputusan itu menuai pujian dari aktivis pro-Palestina, namun juga mendapat kecaman dari kelompok pro-Israel. Kini, peluncuran varian Milk and Honey justru dinilai bertolak belakang dengan sikap sebelumnya.
Sejumlah warganet di media sosial menyoroti inkonsistensi tersebut. Mereka menilai bahwa penggunaan nama dan simbol yang identik dengan Israel pada kemasan es krim merupakan bentuk dukungan tersirat terhadap negara tersebut. Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa varian ini hanyalah produk komersial biasa tanpa muatan politik. Perdebatan pun meluas, dengan tagar terkait Ben & Jerry's menjadi trending di beberapa platform.
Hingga saat ini, Ben & Jerry's belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kontroversi tersebut. Perusahaan induknya, Unilever, juga belum memberikan klarifikasi mengenai alasan di balik pemilihan nama Milk and Honey. Istilah "milk and honey" sendiri merupakan frasa dalam kitab suci yang kerap dikaitkan dengan tanah Israel, sehingga memperkuat dugaan adanya pesan politis dalam produk ini.
Kontroversi ini kembali mengingatkan publik pada posisi perusahaan multinasional yang kerap terjebak dalam pusaran politik global. Ben & Jerry's, yang selama ini membangun citra sebagai merek progresif, kini menghadapi ujian kredibilitas di hadapan konsumennya. Ke depannya, langkah yang diambil oleh perusahaan akan menentukan apakah mereka tetap konsisten pada nilai-nilai yang selama ini disuarakan atau justru mengutamakan keuntungan komersial.