APKESMI Dorong Deteksi Dini Anemia dan Stunting Melalui Layanan Puskesmas
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Dewan Pimpinan Pusat Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) meluncurkan Program Puskesmas Siap SEDIA (Skrining, Edukasi, Intervensi Aksi Cegah Anemia dan...
oleh RSS Aggregator
Ringkasan dari Republika↗
Dewan Pimpinan Pusat Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) meluncurkan program baru yang diberi nama Puskesmas Siap SEDIA. Inisiatif ini digulirkan di Tangerang Selatan sebagai upaya memperkuat peran puskesmas dalam deteksi dini anemia dan stunting.
Akronim SEDIA merupakan kependekan dari Skrining, Edukasi, Intervensi Aksi Cegah Anemia dan Stunting. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan layanan puskesmas agar lebih aktif dalam menjaring kasus anemia dan stunting sejak tahap awal.
Melalui program ini, puskesmas diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga pusat pencegahan. Skrining akan dilakukan secara rutin terhadap ibu hamil, balita, dan remaja putri yang rentan mengalami anemia. Edukasi gizi dan pola hidup sehat juga menjadi bagian integral dari kegiatan.
Intervensi aksi mencakup pemberian suplementasi zat besi, tablet tambah darah, serta pendampingan bagi keluarga yang memiliki anak dengan risiko stunting. APKESMI menilai bahwa puskesmas memiliki akses langsung ke masyarakat sehingga strategi ini dinilai efektif.
Anemia dan stunting masih menjadi masalah kesehatan nasional yang membutuhkan penanganan serius. Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, sedangkan stunting menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak.
APKESMI berharap program Puskesmas Siap SEDIA dapat menjadi model bagi daerah lain. Dengan penguatan deteksi dini dan intervensi tepat sasaran, angka prevalensi anemia dan stunting diharapkan dapat ditekan secara signifikan.