Buky Wibawa: Keterbatasan Fiskal tak Boleh Hambat Pembangunan Daerah
REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa menegaskan kemajuan daerah merupakan fondasi utama mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Karena itu, pembangunan di daerah harus...
oleh RSS Aggregator
Ringkasan dari Republika↗
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, menegaskan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi penghalang bagi pembangunan di daerah. Menurutnya, kemajuan daerah merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Oleh karena itu, pembangunan di tingkat lokal harus terus diperkuat tanpa terkendala anggaran.
Buky Wibawa menyampaikan hal tersebut dalam keterangannya di Denpasar, Bali. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah perlu mencari terobosan dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada. Kreativitas dan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah menjadi kunci untuk tetap menjalankan program pembangunan meskipun dalam kondisi fiskal yang terbatas.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Gerindra itu mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sinergi dengan pemerintah pusat serta partisipasi swasta dan masyarakat dinilai sangat penting. Kolaborasi ini dapat menutup celah keterbatasan fiskal sehingga target pembangunan tetap tercapai.
Buky juga menyoroti pentingnya prioritas pembangunan yang tepat sasaran. Ia mendorong agar setiap program daerah difokuskan pada sektor-sektor yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, setiap rupiah yang dibelanjakan dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga.
Menurut Buky, tantangan fiskal justru harus menjadi momentum untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja daerah. Pemerintah daerah diminta tidak terjebak dalam pola pikir bahwa anggaran terbatas berarti pembangunan harus berhenti. Justru, kondisi tersebut harus dijadikan pendorong untuk bekerja lebih cerdas dan inovatif.
Pernyataan Buky Wibawa ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah agar tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk melambatkan pembangunan. Ia optimistis, dengan semangat gotong royong dan tata kelola yang baik, keterbatasan fiskal dapat diatasi tanpa mengorbankan kemajuan daerah.