Dorong kompos keliling untuk Jaksel minim sampah
Persoalan sampah di Jakarta kian mendesak. Menjelang kebijakan penghentian pengiriman sampah ke TPST Bantargebang, ...
oleh RSS Aggregator
Ringkasan dari ANTARA↗
Pemerintah Kota Jakarta Selatan mendorong layanan kompos keliling sebagai langkah konkret mengurangi volume sampah rumah tangga. Langkah ini diambil menjelang penghentian pengiriman sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Persoalan sampah di ibu kota semakin mendesak. Kebijakan penghentian pengiriman sampah ke TPST Bantargebang memaksa setiap wilayah mencari solusi mandiri. Jakarta Selatan mengandalkan pengolahan sampah organik untuk mengurangi beban TPA.
Program kompos keliling menyasar permukiman warga, kantor, dan fasilitas umum. Petugas akan menjemput sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi kompos di lokasi pengolahan terdekat.
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat sampah organik masih mendominasi komposisi timbulan sampah Jakarta, mencapai lebih dari 50 persen. Pengolahan di sumber dapat mengurangi volume yang harus diangkut ke Bantargebang. Pemerintah menargetkan pengurangan bertahap hingga jumlah pengiriman benar-benar dihentikan.
Warga diimbau memilah sampah dari rumah agar program berjalan efektif. Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyediakan wadah khusus untuk sampah organik dan anorganik. Sosialisasi terus digencarkan melalui RT/RW dan forum warga.
Keberhasilan program ini akan menjadi model bagi wilayah lain di Jakarta. Jika seluruh kota mampu mengurangi sampah organik, tekanan terhadap TPST Bantargebang dapat ditekan. Pemerintah optimis target Jakarta minim sampah dapat tercapai secara bertahap.