LSF gandeng Udinus kampanyekan budaya "sensor mandiri"
Lembaga Sensor Film (LSF) melalui program "LSF Goes to Campus" bekerja sama dengan Universitas Dian ...
oleh RSS Aggregator
Ringkasan dari ANTARA↗
Lembaga Sensor Film (LSF) menggandeng Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) untuk memperkenalkan budaya sensor mandiri kepada mahasiswa. Kerja sama ini dijalankan melalui program "LSF Goes to Campus" yang menyasar generasi muda sebagai ujung tombak literasi film di masyarakat.
Program LSF Goes to Campus di Udinus tidak hanya menyosialisasikan peran LSF dalam penyensoran film. Kegiatan ini juga mengedukasi mahasiswa untuk mampu menyaring tayangan secara mandiri berdasarkan usia dan konten. LSF menilai kesadaran sensor mandiri penting dimiliki publik agar konsumsi film lebih bertanggung jawab.
Dalam sesi diskusi, LSF menjelaskan mekanisme klasifikasi usia dan konten yang digunakan dalam penyensoran film. Mahasiswa diajak memahami bahwa sensor mandiri bukan berarti melarang tontonan, melainkan memilih tontonan yang sesuai dengan usia dan nilai-nilai budaya. Konsep ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada lembaga sensor semata.
Rektor Udinus menyambut baik inisiatif LSF yang menjadikan kampus sebagai mitra strategis. Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan perlu dibekali pemahaman tentang regulasi konten media. Kemitraan ini juga dinilai memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyebarluaskan literasi media.
Melalui program ini, LSF berharap budaya sensor mandiri dapat tumbuh dari bawah, khususnya di kalangan mahasiswa. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan masyarakat dapat lebih selektif dalam menikmati tayangan film tanpa kehilangan nilai edukasi dan hiburan yang seimbang. LSF berkomitmen memperluas jangkauan program ke kampus-kampus lain di Indonesia.