OJK: Transisi rendah karbon jadi peluang di tengah tantangan global
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang transisi menuju ekonomi rendah karbon bukan hanya sebuah kebutuhan lingkungan, ...
oleh RSS Aggregator
Ringkasan dari ANTARA↗
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai transisi menuju ekonomi rendah karbon merupakan peluang besar di tengah berbagai tantangan global saat ini. Langkah tersebut tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka potensi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan momentum ini. Menurutnya, pergeseran menuju ekonomi hijau dapat mendorong inovasi, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing nasional di pasar global.
OJK terus mendorong sektor jasa keuangan untuk berperan aktif dalam pembiayaan proyek-proyek ramah lingkungan. Instrumen seperti green bond dan sustainable finance menjadi salah satu andalan untuk mengalirkan dana ke sektor energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah.
Regulator juga tengah memperkuat kerangka kebijakan dan insentif agar perbankan serta pasar modal lebih agresif dalam menyalurkan dana ke sektor rendah karbon. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Meski menghadapi tantangan seperti pendanaan, teknologi, dan kesiapan industri, OJK optimistis transisi ini dapat berjalan dengan baik jika ada kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Edukasi dan literasi keuangan hijau juga menjadi prioritas agar seluruh pemangku kepentingan memahami manfaat jangka panjang dari ekonomi rendah karbon.
Dengan pendekatan yang tepat, OJK yakin Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga menjadi pemimpin dalam ekonomi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.