Oman tolak penerapan tol kapal, kaji tarif keselamatan di Hormuz
Pemerintah Oman menyatakan menentang ide penerapan biaya tol pada kapal yang berlayar di Selat Hormuz, namun ...
oleh RSS Aggregator
Ringkasan dari ANTARA↗
Pemerintah Oman secara resmi menolak usulan penerapan biaya tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Negara di Semenanjung Arab itu justru tengah mengkaji kemungkinan memberlakukan tarif keselamatan bagi pelayaran di jalur strategis tersebut.
Penolakan tersebut disampaikan oleh otoritas terkait di Oman sebagai respons terhadap wacana internasional yang mengemuka beberapa waktu terakhir. Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Meski menolak gagasan tol kapal, Oman tidak menutup kemungkinan untuk menerapkan biaya khusus yang berkaitan dengan aspek keselamatan navigasi. Langkah ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan pengelolaan lalu lintas maritim yang aman di perairan tersebut.
Kajian terhadap tarif keselamatan itu masih dalam tahap awal. Pemerintah Oman akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan pelayaran internasional dan negara-negara pengguna jalur Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan titik krusial bagi pasokan energi global karena sekitar seperlima konsumsi minyak dunia melewati perairan ini. Setiap kebijakan yang menyangkut selat tersebut selalu mendapat perhatian luas dari komunitas internasional.
Sikap Oman ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan beberapa negara lain di kawasan yang mungkin mendukung ide tol kapal. Negara itu lebih memprioritaskan aspek keselamatan dan kelancaran navigasi dibandingkan pungutan tambahan bagi kapal dagang.
Keputusan final mengenai tarif keselamatan di Selat Hormuz diperkirakan akan diumumkan setelah kajian selesai dilakukan. Oman berkomitmen untuk menjaga stabilitas dan keamanan jalur pelayaran yang menjadi urat nadi perdagangan global tersebut.