Internasional30 Juni 2026

Turki Era Erdogan: Kekuatan Militer Terbesar Kedua di NATO dan Pemain Industri Pertahanan Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Turki sedang memasuki fase baru dalam sejarah militernya. Negara yang selama puluhan tahun dikenal sebagai benteng tenggara NATO kini tidak lagi hanya dipandang sebagai...

oleh RSS Aggregator

Ringkasan dari Republika

Turki Kini Duduki Posisi Kedua Kekuatan Militer di NATO, Industri Pertahanan Nasional Terus Menggeliat

Turki mengalami transformasi besar dalam lanskap pertahanannya selama era kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Negara yang dahulu hanya dianggap sebagai garda depan NATO di kawasan tenggara kini naik kelas menjadi kekuatan militer terbesar kedua di dalam aliansi tersebut.

Pergeseran ini tidak terlepas dari ambisi Ankara untuk membangun kemandirian industri pertahanan. Selama dua dekade terakhir, Turki gencar mengembangkan produksi alutsista domestik, mulai dari kendaraan lapis baja, pesawat nirawak, hingga kapal perang. Langkah ini secara signifikan mengurangi ketergantungan pada impor senjata dari negara-negara Barat.

Kebangkitan industri pertahanan Turki juga ditandai dengan meningkatnya ekspor peralatan militer. Produk-produk seperti drone Bayraktar TB2 menjadi andalan dan telah diuji coba di berbagai medan konflik, termasuk di Libya, Suriah, dan Ukraina. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi tawar Turki di panggung geopolitik global.

Dari sisi personel, Angkatan Bersenjata Turki juga terus dimodernisasi. Jumlah tentara aktif yang mencapai lebih dari 500 ribu personel menjadikan Turki sebagai negara dengan kekuatan personel militer darat terbanyak di antara anggota NATO di Eropa. Anggaran pertahanan pun meningkat drastis setiap tahunnya untuk mendukung program modernisasi tersebut.

Langkah Ankara mengakuisisi sistem rudal pertahanan udara S-400 dari Rusia pada 2017 menjadi salah satu momen yang memicu ketegangan dengan sekutu-sekutu di NATO. Meskipun menuai sanksi dari Amerika Serikat, keputusan itu menunjukkan tekad Turki untuk tidak sepenuhnya bergantung pada sistem pertahanan buatan Barat.

Kendati demikian, hubungan Turki dengan NATO tetap berjalan di atas kertas. Ankara masih aktif dalam misi-misi aliansi sekaligus mempertahankan kebijakan luar negeri yang independen, terutama di kawasan Laut Hitam dan Mediterania Timur. Peran Turki sebagai jembatan antara Eropa, Asia, dan Timur Tengah membuatnya tetap menjadi mitra strategis yang tak tergantikan bagi NATO.

Forum

Lihat diskusi soal artikel ini

Forum ini mendorong kritik yang tajam dan berbasis sumber. Anda tidak harus login untuk membaca — login hanya untuk membalas.

0 balasan3 jenis reaksi, bukan like/dislike
Masuk diskusi →